Kooka Paper sukses go-live dengan Monitor G5 dalam tiga minggu

8 Juli menandai keberhasilan implementasi Monitor ERP dalam waktu tiga minggu di Kooka Paper Manufacturing Sdn. Bhd.

Mark Len, Konsultan Bisnis Monitor dan Pemimpin Proyek Kooka, turut berkomentar, “Sebagian besar proyek implementasi diselesaikan dalam jangka waktu tiga hingga sembilan bulan. Prasyarat terpenting dalam sebuah proyek adalah keterlibatan customer dan komitmen dari manajemen puncak. Kooka sangat suportif dan antusias dari semua tingkatan di dalam perusahaan. Semua orang bersemangat untuk meningkatkan operasional dan proses mereka demi bergerak maju ke posisi yang lebih baik.”

Kooka Group of Companies adalah salah satu pelopor dalam distribusi produk kertas tisu sejak tahun 1990. Seiring ekspansinya, Kooka Paper Manufacturing didirikan pada tahun 1996 dengan pabrik konversinya sendiri yang memproduksi dan memasok berbagai macam serbet kertas sekali pakai, tisu toilet, dan tisu gulung jumbo. Saat ini, produk perusahaan telah menjangkau berbagai benua di seluruh dunia.

Kooka Paper telah berhasil mengimplementasikan sistem ERP baru mereka di seluruh lini bisnis sebelum fase Recovery Movement Control Order (RMCO) berakhir, guna meningkatkan kapasitas operasional harian mereka karena mereka menyadari bahwa sistem yang ada saat ini tidak dapat mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi.

Pandemi telah menyebabkan perlambatan di lantai produksi yang memicu Kooka untuk melakukan perubahan ini di masa-masa sulit tersebut. Implementasi dan pertemuan dilakukan selama RMCO karena Kooka bertekad agar implementasi Monitor G5 dapat terwujud. Tim telah memanfaatkan waktu sepenuhnya dengan merencanakan proyek dan menyisihkan sumber daya untuk bekerja sama dengan Monitor dalam menyukseskan implementasi ini.

Chew Hong Yuen, Manajer IT dan Pemimpin Proyek dari Proyek ERP, menjelaskan bahwa sistem mereka saat ini terpencar karena mereka menjalankan dua sistem dari vendor yang berbeda: “Dengan Monitor ERP yang terintegrasi penuh, saya berharap dapat menyatukan divisi-divisi ke dalam satu versi kebenaran tunggal, menghilangkan tumpang tindih, dengan informasi yang tersedia di ujung jari kami. Sebagai contoh, kami akan mendapatkan peringatan ketika bahan baku kami telah tiba, padahal sebelumnya kami harus menarik informasi dari berbagai departemen, dan staf penjualan harus mendatangi perencana ketika customers kami menanyakan status pengiriman. Ini adalah waktu yang tepat bagi kami untuk mengimplementasikan sebuah sistem ERP karena stagnasi beban kerja kami selama periode MCO.”

Anders Ryberg, Direktur Konsultan Monitor ERP Asia, mengantisipasi bahwa tantangan utama yang dihadapi Kooka Paper adalah sumber daya. Namun, manajemen dan stafnya telah menunjukkan komitmen yang jelas dalam mengalokasikan sumber daya untuk menangani migrasi data yang diperlukan guna memastikan sistem siap untuk aktif (go-live) dalam tiga minggu. Mereka telah menunjukkan kesediaan mereka untuk berinvestasi dalam proyek ini.

Nantikan video di balik layar untuk menyaksikan bagaimana Kooka sukses mengimplementasikan proyek ini dalam waktu tiga minggu.