Lima langkah mudah untuk memulai pelaporan keberlanjutan
Pada tahun 2026, banyak perusahaan di UE akan diwajibkan untuk menyerahkan laporan keberlanjutan berdasarkan European Sustainability Reporting Standards (ESRS) yang baru. Perusahaan Anda mungkin tidak secara langsung tunduk pada persyaratan hukum saat ini, tetapi Anda mungkin memiliki customers yang terdampak. Mereka akan mengharapkan Anda untuk melaporkan data lingkungan karena Anda adalah supplier mereka.
Untuk membantu Anda beradaptasi dengan arahan baru ini, kami telah menyusun panduan untuk membantu Anda memulai.
1. Memfasilitasi pekerjaan dengan Monitor ERP
Saat mulai membuat laporan keberlanjutan, akan sangat membantu jika Anda memiliki sistem ERP di mana sebagian besar informasi yang Anda butuhkan sudah terkumpul di dalam sistem. Monitor ERP adalah sistem terstandardisasi untuk perusahaan manufaktur yang memiliki fungsionalitas gratis bernama Sustainability by Monitor. Fitur ini memudahkan Anda untuk memenuhi standar laporan keberlanjutan yang baru. Belum menggunakan Monitor saat ini? Jadwalkan panggilan atau demo singkat dengan salah satu ahli ERP kami.
Belum menggunakan Monitor saat ini? Jadwalkan panggilan atau demo singkat dengan salah satu ahli ERP kami.
2. Mengidentifikasi dan menambahkan data
Untuk menghitung jejak karbon Anda, Anda perlu menambahkan semua data saat ini ke Sustainability by Monitor. Gunakan sumber-sumber yang ada di dalam perusahaan Anda yang mungkin berisi informasi seperti konsumsi energi, tingkat emisi, dan detail relevan lainnya yang diperlukan untuk menghitung jejak karbon Anda. Terdapat dua metode pengumpulan data untuk pelaporan emisi di Monitor ERP. Metode pertama didasarkan pada nilai CO2e yang dapat dimasukkan ke dalam sistem saat mendaftarkan faktur pemasok.
Metode kedua melibatkan pelaporan nilai CO2e secara manual. Anda dapat melakukan hal ini ketika Anda perlu mengelola emisi yang tidak dapat dikaitkan dengan faktur pemasok.
Baca lebih lanjut tentang cara memulai pelaporan emisi di Monitor ERP di bantuan online kami.
3. Menghitung jejak karbon
Greenhouse Gas Protocol (GHG) adalah standar global yang digunakan untuk memudahkan organisasi melaporkan emisi gas rumah kaca mereka. Untuk kemudahan pelaporan, emisi dibagi menjadi tiga kategori yang disebut Scope 1, 2, 3. Monitor ERP memiliki alat bawaan untuk mengukur dan melaporkan jenis emisi per kategori lingkup GHG Protocol. Sistem menghitung emisi produk Anda hingga ke level komponen, memberikan gambaran terperinci tentang bagaimana operasional perusahaan Anda berdampak pada lingkungan.
Apakah Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang cara mengumpulkan data untuk Scope 1, 2, 3? Tonton webinar kami yang membahas cara melakukan ini langsung di Monitor ERP.
Apakah Anda memiliki pelanggan yang ingin Anda melaporkan data lingkungan selain emisi karbon?
Konsep keberlanjutan itu luas dan ada juga, misalnya, pelaporan tentang kandungan komponen yang membentuk produk Anda. Di sinilah REACH (Registrasi, Evaluasi, Otorisasi, dan Pembatasan Bahan Kimia) berperan. REACH adalah peraturan yang membantu Anda mengidentifikasi risiko sehingga Anda dapat mengganti atau mengurangi penggunaan zat berbahaya. Di Monitor ERP, Anda dapat memasukkan dan mengelola semua data yang terkait dengan konten artikel, termasuk kode, jenis, deskripsi, dan klasifikasi REACH.
4. Menganalisis data keberlanjutan Anda
Setelah semua data keberlanjutan Anda terkumpul, saatnya untuk menganalisis. Monitor ERP kompatibel dengan laporan standar dan laporan khusus untuk data keberlanjutan. Dengan fungsionalitas Monitor Business Intelligence berbasis web, Anda dapat membuat dasbor sendiri untuk menganalisis data lingkungan Anda. Anda juga dapat mengekspor laporan ke format Excel atau PDF.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kemungkinan-kemungkinan yang ada di Monitor Business Intelligence, kami sarankan untuk menonton webinar BI kami.
5. Laporkan dan manfaatkan data keberlanjutan Anda
Anda kemudian dapat menggunakan data tersebut pada dokumentasi customers seperti penawaran (quotes) dan konfirmasi pesanan (order confirmations). Data keberlanjutan Anda kemudian dapat digunakan untuk membantu Anda mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan menetapkan tujuan yang ditargetkan untuk mengurangi jejak karbon perusahaan Anda.
Kesimpulan
Memulai laporan keberlanjutan di Monitor ERP tidaklah sulit. Sebagian besar data sudah tersedia, seperti BOM dan perutean (routing), suppliers, komponen (parts), dll. Anda hanya perlu mengisi beberapa kolom pada data dasar (basic data) dan menambahkan beberapa data pada komponen. Sebagian besar hal ini dapat diperbarui secara massal atau diimpor ke dalam sistem dengan mudah. Mulailah dengan apa yang sebenarnya diinginkan oleh pemangku kepentingan Anda.
Keberlanjutan akan terus berlanjut, jadi semakin banyak yang dapat Anda lakukan di awal proses, semakin sedikit stres yang akan terjadi saat Anda akhirnya memiliki tenggat waktu yang sulit untuk dipenuhi.
Tentang David Mariasdotter:
David Mariasdotter adalah seorang Sustainability Consultant di Monitor ERP dengan pengalaman lebih dari 15 tahun sebagai Quality and Environmental Manager di industri manufaktur. Dalam beberapa tahun terakhir, David telah berfokus untuk membantu customers Monitor ERP mengukur, mengevaluasi, dan secara strategis mengurangi dampak lingkungan mereka menggunakan fungsi lingkungan bawaan sistem, yaitu Sustainability by Monitor.